Era Modern!! Jadikan Keluarga sebagai Faktor Penting dalam Pendidikan ANAK

Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian | Apa perannya, mengapa bisa begitu penting, dan apa hubungannya dengan era kekinian? Negara Indonesia telah memasuki era modern yang selalu menggunakan gadget dan media digital sebagai kebutuhannya. Baik itu untuk urusan komunikasi, penyebaran informasi, hiburan, bisnis, dan kegiatan pendidikan pun juga termasuk.

Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian

Kebanyakan anak sudah mulai menggunakan teknologi untuk berbagai kebutuhan sekolahnya. Seperti mengerjakan tugas, berkomunikasi dengan teman, mencari referensi materi untuk belajar, dan kegiatan lainnya.

Disitulah dibutuhkan peran aktif dari sebuah keluarga. Karena tidak menutup kemungkinan, barang teknologi yang diberikan kepada anak justru malah digunakan untuk keperluan yang melenceng dari tujuannya.

Tapi apa itu keluarga?

Memang benar apa yang dikatakan mbah Wikipedia, Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling ketergantungan.

Dalam keluarga setiap anggotanya memiliki peranan masing-masing yang harus dilaksanakan berdasarkan hak dan kewajiban. Terlaksananya peran tersebut akan menjamin terciptanya sebuah keluarga harapan. 

Peran/pelibatan tersebutlah yang akan admin bahas di artikel ini, tentunya masih dalam lingkup materi yang berhubungan dengan pendidikan anak serta hubungannya dengan era kekinian (teknologi). 

Baik pelibatan yang dilakukan secara langsung oleh orang tua di dunia pendidikan atau pun pelibatan yang dilakukan dalam lingkungan keluarga yang berpengaruh terhadap tahap perkembangan anak di dunia pendidikan.

Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian


Bicara tentang pelibatan keluarga untuk pendidikan, peran orang tua lah yang menjadi fokus utama. Orang tua harus diajak untuk lebih terlibat dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional. Tidak serta merta menyerahkan segala jenis urusan pendidikan kepada pihak sekolah serta guru dan membiarkannya.

Di dalam Permendikbud No. 30 Tahun 2017 sudah terdapat berbagai contoh tindakan  yang sekiranya bisa orang tua lakukan, berikut ini rinciannya :
  1. menghadiri pertemuan yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan.
  2. mengikuti kelas Orang Tua/Wali.
  3. menjadi narasumber dalam kegiatan di Satuan Pendidikan.
  4. berperan aktif dalam kegiatan pentas kelas akhir tahun pembelajaran.
  5. berpartisipasi dalam kegiatan kokurikuler, ekstra kurikuler, dan kegiatan lain untuk pengembangan diri Anak.
  6. bersedia menjadi aggota Komite Sekolah.
  7. berperan aktif dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Komite Sekolah.
  8. menjadi anggota tim pencegahan kekerasan di Satuan Pendidikan; 
  9. berperan aktif dalam kegiatan pencegahan pornografi, pornoaksi, dan penyalahgunaan narkoba, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA).
  10. memfasilitasi dan/atau berperan dalam kegiatan Penguatan Pendidikan Karakter Anak di Satuan Pendidik.
Hanya beberapa poin yang menurut saya sudah terlaksana dengan baik yaitu 2,4,5,6,7. Untuk yang lainnya masih jarang terlaksana dan faktor yang menjadi halangan adalah kurangnya sosialisasi resmi dari pemerintah serta tidak adanya inisiatif pihak sekolah dalam mengadakan kegiatan tersebut secara rutin.

Pelibatan Keluarga pada Lingkungan Keluarga, yang Penting dalam Dunia Pendidikan


#1. menumbuhkan karakter anak di dalam ruang lingkup keluarga, 

Poin pertama ini bisa anda lakukan dengan cara bersikap konsisten menasehati anak, rutin mendidiknya dalam hal - hal kecil, mengajarkan nilai - nilai keagamaan, dan yang terakhir tidak memanjakan.

#2. memotivasi semangat belajar anak, 

Cara memotivasi anak agar giat belajar sangat banyak. Contohnya dengan cara menyediakan tempat yang nyaman, fasilitas belajar yang memadai, dan memberikan nutrisi yang cukup untuk otaknya agar bisa selalu berkonsentrasi dalam belajar. 

#3. mendorong terciptanya budaya literasi (kemampuan menulis dan membaca).


Fakta memprihatinkan terungkap dari pemeringkatan literasi internasional, Most Literate Nations in the World, yang diterbitkan Central Connecticut State University, Maret. Tingkat kemampuan membaca dan menulis masyarakat Indonesia sangat ketinggalan. Indonesia berada di urutan ke-60 dari total 61 negara.

Cek : http://www.igi.or.id/menyoal-budaya-literasi-dan-solusinya.html

Hal ini pun juga ada sangkut pautnya dengan teknologi yang semakin maju di Negara Indonesia. Kebanyakan siswa/anak lebih memilih mengerjakan tugas, membaca buku online, mencatat lewat gadget yang diberikan orang tua.

Apa itu buruk?

Jika mengacu untuk meningkatkan pengetahuan, tidak buruk. Tapi jika berpedoman pada budaya literasi, hal ini bisa berdampak buruk. 

Loh, kenapa min? Bukannya gadget juga bisa dijadikan sarana literasi misalnya dengan membaca artikel, referensi, berita, dll.

Itu dilihat dari sisi positifnya, sedangkan sisi lainnya?

Disitulah peran aktif anda sebagai orang tua dibutuhkan. Awasi, arahkan, dan batasi anak anda dalam penggunaan gadget. Juga jangan lupa menyediakan buku - buku yang sekiranya anak anda sukai agar tidak terlalu terpaku dengan gadget yang digunakan.

#4. memfasilitasi kebutuhan belajar anak.

Ini standar yang harus anda ketahui sebagai orang tua. Apa saja kebutuhannya? Dari segi materil bisa berupa peralatan tulis, ruangan dengan cahaya penerangan yang cukup, gadget juga menjadi salah satu bahan pertimbangan (Baca poin 3). 

Pihak pemerintah pun sudah memberikan ruang tersendiri untuk masalah pendidikan keluarga serta pelibatannya melalui website ini https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id.

Website itu dibangun untuk mewujudkan kemitraan dalam rangka penumbuhan budi pekerti, membangun budaya prestasi, serta memastikan kesehatan dan kebugaran anak. Melalui laman tersebut diharapkan terbangun ekosistem pendidikan, yang terdiri atas orang tua, kepala sekolah, guru, komite sekolah, dewan pendidikan, pegiat pendidikan dan masyarakat keseluruhan, yang cerdas dan berkarakter.

#sahabatkeluarga

Previous
Next Post »