Contoh Soal UTS/PTS Kimia Kelas 12 Semester 1 Kurikulum 2013 dan Jawabannya

Contoh Soal UTS/PTS Kimia Kelas 12 Semester 1 Kurikulum 2013 dan Jawabannya - Penilaian Tengah Semester diadakan untuk menguji tingkat kompetensi masing - masing siswa pada materi yang telah di berikan guru selama masa tersebut. Di kelas 12 waktunya selalu mepet dengan ujian - ujian yang akan diadakan di akhir tahun tersebut seperti UN, USBN, Ujian praktek, dll. Belum lagi pendalaman materinya.

Oleh karena itu banyak dari setiap sekolah yang mengadakan PTS lebih awal dari tingkatan - tingkatan kelas di bawahnya. Materi kimia PTS kelas 12 semester 1 kurikulum 2013 ini mencakup kurang lebih 2 bab yaitu tentang Sifat Koligatif Larutan serta Reaksi Oksidasi dan Reduksi.

Yapp, admin bermaksud memberikan adik - adik semuanya kumpulan latihan soal dari 2 bab yang saya sebutkan tersebut.

Dikarenakan mata pelajaran kimia kelas 12 memuat rumus yang agak kurang tertata rapi jika ditaruh di postingan. Maka dari itu admin mohon maaf jika soal yang akan admin bagikan kali ini bersifat dokumen pdf, tidak seperti biasanya.

Contoh Soal UTS/PTS Kimia Kelas 12 Semester 1 Kurikulum 2013 dan Jawabannya


Contoh Soal UTS/PTS Kimia Kelas 12 Semester 1 Kurikulum 2013 dan Jawabannya

Sebelum admin membagikan latihan soal yang bisa kamu gunakan untuk pembelajaran dalam menghdapi PTS kimia kelas 12 nanti. Admin akan melakukan review materi yang pernah diajarkan kepada adik - adik sekalian yaitu tentang Sifat Koligatif Larutan serta Reaksi Oksidasi dan Reduksi.

#1. Sifat Koligatif Larutan

Sifat koligatif larutan adalah sifat-sifat yang hanya bergantung pada jumlah (kuantitas) partikel zat terlarut dalam larutan dan tidak bergantung pada jenis atau identitas partikel zat terlarut – tidak peduli dalam bentuk atom, ion, ataupun molekul. Sifat koligatif merupakan sifat yang hanya memandang “kuantitas”, bukan “kualitas”

Sifat larutan seperti rasa, warna, dan kekentalan (viskositas) merupakan sifat-sifat yang bergantung pada jenis zat terlarut. Sebagai contoh, larutan NaCl (garam dapur) terasa asin, namun larutan CH3COOH (asam cuka) terasa asam.

Sifat - sifatnya sebagai berikut:

  • Penurunan Tekanan Uap

Jika zat terlarut bersifat non-volatil (tidak mudah menguap; tekanan uapnya tidak dapat terukur), tekanan uap dari larutan akan selalu lebih rendah dari tekanan uap pelarut murni yang volatil. Secara ideal, tekanan uap dari pelarut volatil di atas larutan yang mengandung zat terlarut non-volatil berbanding lurus terhadap konsentrasi pelarut dalam larutan. Hubungan dalam sifat koligatif larutan ini dinyatakan secara kuantitatif dalam hukum Raoult: tekanan uap dari pelarut di atas larutan, Plarutan sama dengan hasil kali fraksi mol dari pelarut, Xpelarut dengan tekanan uap dari pelarut murni, P°pelarut. Penurunan tekanan uap, ΔP, yaitu P°pelarut−Plarutan berbanding lurus terhadap fraksi mol dari Xterlarut.
  • Kenaikan Titik Didih
Titik didih dari suatu larutan adalah temperatur ketika tekanan uapnya sama dengan tekanan eksternal. Oleh karena terjadinya penurunan tekanan uap larutan oleh keberadaan zat terlarut non-volatil, dibutuhkan kenaikan temperatur untuk menaikkan tekanan uap larutan hingga sama dengan tekanan eksternal. Jadi, keberadaan zat terlarut dalam pelarut mengakibatkan terjadinya kenaikan titik didih; titik didih larutan, Tb, lebih tinggi dari titik didih pelarut murni, Tb°. Kenaikan titik didih, ΔTb, yaitu Tb−Tb° berbanding lurus terhadap konsentrasi (molalitas, m) larutan.
  • Penurunan Titik Beku
Pada larutan dengan pelarut volatil dan zat terlarut non-volatil, hanya partikel-partikel pelarut yang dapat menguap dari larutan sehingga meninggalkan partikel-partikel zat terlarut. Hal serupa juga terjadi dalam banyak kasus di mana hanya partikel-partikel pelarut yang memadat (membeku), meninggalkan partikel-partikel zat terlarut membentuk larutan yang konsentrasinya lebih pekat. Titik beku dari suatu larutan adalah temperatur di mana tekanan uap larutan sama dengan tekanan uap pelarut murni. Pada temperatur ini, dua fasa – pelarut padat dan larutan cair – berada dalam 
  • Tekanan Osmosis
Ketika dua larutan dengan konsentrasi yang berbeda dipisahkan oleh suatu membran semipermeabel — membran yang hanya dapat dilewati partikel pelarut namun tidak dapat dilewati partikel zat terlarut—maka terjadilah fenomena osmosis. Osmosis adalah peristiwa perpindahan selektif partikel-partikel pelarut melalui membran semipermeabel dari larutan dengan konsentrasi zat terlarut yang lebih rendah ke larutan dengan konsentrasi zat terlarut yang lebih tinggi.

Link Download contoh soal Sifat Koligatif Larutan untuk latihan PTS kimia kelas 12 semester 1 kurikulum 2013 [unduh disini]

#2. Reaksi Reduksi dan Oksidasi
Konsep reaksi reduksi dan oksidasi mengalami perkembangan dari masa ke masa sesuai cakupan konsep yang dijelaskan.
1.1. Reaksi redoks sebagai reaksi pengikatan dan pelepasan oksigen

  • Oksidasi adalah reaksi pengikatan oksigen. Contoh: Perkaratan besi (Fe).
  • Reduksi adalah reaksi pelepasan atau pengurangan oksigen. Contoh: Reduksi bijih besi dengan CO. Contoh: Reduksi bijih besi dengan CO.
1.2. Reaksi redoks sebagai reaksi pelepasan dan pengikatan / penerimaan elektron
Dalam setiap oksidasi pasti disertai reduksi.
  • Oksidasi adalah reaksi pelepasan elektron. Contoh: (setengah reaksi oksidasi). 
  • Reduksi adalah reaksi pengikatan atau penerimaan elektron. Contoh: (setengah reaksi reduksi).
1.3. Reaksi redoks sebagai reaksi kenaikan dan penurunan bilangan oksidasi (biloks)
Bilangan oksidasi atau disingkat biloks adalah muatan yang dimiliki oleh suatu atom akibat melepaskan atau menerima elektron untuk mencapai kestabilan seperti gas mulia.

1.4. Reaksi redoks sebagai reaksi pelepasan dan pengikatan hidrogen
Oksidasi. Contoh : clip_image002[12]
Reduksi. Contoh : clip_image002[14]

2. Aturan Menentukan Bilangan Oksidasi
  1. Unsur bebas memiliki bilangan oksidasi = 0
  2. Umumnya unsur H memiliki bilangan oksidasi = +1 kecuali pada senyawa hidrida = –1
  3. Umumnya unsur O memiliki bilangan oksidasi = –2 kecuali pada senyawa peroksida = –1
  4. Unsur F selalu memiliki bilangan oksidasi = –1
  5. Unsur logam selalu memiliki bilangan oksidasi positif yang besarnya sesuai dengan golongannya.
  6. Bilangan oksidasi ion tunggal sama dengan muatannya.
  7. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam senyawa = 0
  8. Jumlah bilangan oksidasi unsur-unsur dalam ion poliatom = muatan ion.
3. Penamaan Senyawa Menurut IUPAC

Persamaan senyawa menurut IUPAC adalah penamaan yang berdasarkan bilangan oksidasinya yaitu sebagai berikut:
  • Logam yang hanya mempunyai satu bilangan oksidasi. Misalnya logam alkali, alkali tanah, dan aluminium. Penamaan senyawanya adalah nama logam di depan kemudian nama nonlogam diikuti ida. Contoh: NaCl : Natrium klorida.
  • Logam yang mempunyai beberapa bilangan oksidasi. Misalnya logam transisi, penamaan senyawanya adalah dengan menuliskan bilangan oksidasi dengan angka romawi di belakang nama logam tersebut. Contoh: CuO : Tembaga (II) oksida.
  • Atom non logam yang dapat membentuk dua atau lebih senyawa. Penamaannya diawali dengan atom nonlogam yang bermuatan positif diikuti bilangan oksidasinya (dengan angka romawi), sedangkan atom nonlogam yang bermuatan negatif diletakkan di belakang dengan berakhiran ida. Contoh: NO : Nitrogen (II) oksida.
Link Download contoh soal Reaksi Oksidasi dan Reduksi untuk latihan PTS kimia kelas 12 semester 1 kurikulum 2013 [unduh disini]


  1. Part 1 (Soal dan Pembahasan Reaksi Redoks)
  2. Part 2 (Soal, Jawaban, dan Materi Reaksi Reaksi Redoks)

Previous
Next Post »